Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label zhen magrib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label zhen magrib. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Desember 2011

B E L A J A R

 Aku belajar diam dari banyaknya bicara.
Aku belajar sabar dari sebuah kemarahan.
Aku belajar mengalah dari suatu keegoisan.
Aku belajar menangis dari kebahagiaan.
Aku belajar tegar dari kehilangan

Hidup Adalah BELAJAR.......

Belajar Bersyukur Meski tak Cukup,
Belajar Ikhlas Meski Tak Rela,
Belajar Taat Meski Berat,
Belajar Memahami Meski Tak Sehati,
Belajar Sabar Meski Terbebani,
Belajar Setia Meski Tergoda,
Belajar Memberi Meski Tak Seberapa,
Belajar Mengasihi Meski Disakiti,
Belajar Tenang Meski Gelisah,
Belajar Percaya Meski Susah,

Belajar dan Terus Belajar...
Belajar sampai pada akhirnya Allah yang menyempurnakan..
*Aamiin!! —

aku kan datang

Duhai engkau yang jauh di sana ,,
Biar kita tidak pernah bertemu mata, tidak pernah bersua bersama, tidak mengungkap janji azimat yg nista, tidak juga bermadah cinta ..kerana itu bukanlah utama dlm membina mahligai bahagia..Cukuplah kata-kata yang membawa kita mengingati ALLAH, cukuplah nasihat serta teguran yg membuatkan kita lebih mendekati Yg Maha Esa, cukuplah diriku tahu dirimu punya Iman & Agama...........

Hati kita ALLAH yang punya, Hati kita ALLAH yang jaga, hati kita ALLAH tahu segalanya dan ALLAH mampu membolak balik hati hamba-hamba-NYA, Jika benar engkau yang telah ALLAH pilihkan untukku, jagalah hatimu untukku yang akan menjadi pendamping hidupmu kelak sepertimana aku juga sedang menjaga hatiku untukmu kerana-Nya.. maka berdoalah kerana itu senjata kita.. andai takdir hidup bersama pasti ALLAH akan mempermudahkan jalannya..  Aamiin Insya ALLAH...

Teruntukmu Sang Ratu Hatiku yang Sholeha.. temuilah aku dalam sujud istikharahmu , sabarlah menungguku, hingga tiba saatnya aku kan datang menjemputmu,.

Kamis, 08 Desember 2011

Blacklist4ever




 Terkadang mereka yang tak memasuki dunia kami menganggap kami adalah kumpulan orang-orang yang kolot,.
hidup sederhana dan tak bermateri...
kumnpulan yang terbuang,.
orang-orang yang hanya menceritakan sesuatu yang tak mempunyai arti apa-apa,.
yang hanya bisa tertawa dan bertingkah seperti anak-anak..

Aku hanya bisa menjawab bahwa kau SALAH,.!!!!
kau SALAH BESAR....
kau belum tahu bagaimana kami sebelum engkau mencoba merasakannya sendiri...

Ketika engkau hanya melihat kami dari sudut pandangmu sendiri,.
maka kau tak'an pernah bisa mengenal kami,.
mengenal jalan nafas kehidupan kami,.
engkau tak'an bisa menyentuh Hati kami yang sesungguhnya...

Cobalah sesaat bercengkrama sejenak,.
entah itu yang sifatnya basa-basi ataupun yang ilmiah,.
setelah itu silahkan engkau membangun pandanganMU tentang kami,.!!!!








Sabtu, 03 Desember 2011

Catatan Akhir Kuliah,. Part II

Berlanjut ke Part II...

Awalnya aku tak mengetahui bahwa akan di adakannya Basic ini,. karena aku tak pernah mengikuti pertemuan (Maperca) dan bahkan tak pernah dengar akan dilaksanakan Basic HMI Kom. Hukum, Namun Nia (Dwi Asih Kurniawati) yang menanyakan apakah aku kan ikut Basic HMI???
aku hanya menjawab dengan gaya ala ke-ambivalenku bahwa aku tak tau....


Namun entah kenapa, tiba-tiba mau ikut juga karena banyak anak-anak yang ikut,. dan kebetulan saat itu belum waktunya kuliah karena masih dalam tahap proses pengembalian KRS/DNS semester II maka aku pun ikut..
setelah janjian ketemu di kampus, kita meluncur ke arena..
Saat itu Tepatnya di hari Kamis, tanggal 7 februari 2007 yang juga bertepatan dengan Milad HMI kami mengikuti Basic LK-I HMI Komisariat Hukum Unpatti di MAN I Wara Air Kuning... Basic perdana Komisariat Hukum Unpatti setelah sekian lama di bawah Komisariat Ekonomi.. dengan Ketua Komisariat Hukum terpilih Kanda Majid Lussy dan Ketua Panitia Basic LK-I Yunda Sitti Malawat.
peserta  dari hukum berjumlah 19 orang...
Afandi Latar, Asriadi Tanama, Afi Fahmi Patty, Abd. Rahman Elsunan, Abd. Razak Elsunan, Ajmain Solissa, Andi Wadjo, Ahmad Lohy, Astuti Hasan, Bakri Rettob, Badarudin Rumbow, Cindy Leila Nurdin, Dwi Asih Kurniawati, Hamka Karepesina, Husen Udin, Irwan Selan, Muh. Yahya, Samsul B. Mahulete, dan terakhir adalah diriku Zein R. Magrib.. (resiko huruf abjad terakhir)...
ada juga peserta dari Fakultas lain seperti Fisip, Ekonomi, dan Fkip Unpatti,.
kami semuanya di gembleng selama 4 hari yang menguras otak dan otot (berkurang berat badan alias Kurus)... dan keempat hari tu mempunyai kisahnya tersendiri,. dari yang mengundang gelak tawa sampai berlinang air mata.... hingga intrik isu CINLOK (hahahaha... kyk sinetron sa....)

Disinilah Kisah Sejarah besar akan terbentuk,.
Drama Persahabatan dan Percintaan yang lahir dari sebuah Organisasi Mahasiswa...
Organisasi yang membentuk karakter masing-masing Kadernya...
semuanya Plural,. bercampur menjadi satu bak sayur gado-gado.. namun kita tetap SATU sesuai Makna LambangNya yg lurus kebawah menuju satu poros meski diatasnya terbagi-bagi.....


Jumat, 02 Desember 2011

Catatan Akhir Kuliah,. Part 1

Terbayang 5 tahun lalu,. ketika ku mulai menginjakkkan kaki di bumi Hotumesse.. bumi yang atmosfer pergolakan akibat konflik Maluku masih membekas yang entah sampai kapan baru bisa dihilangkan... (tak akan pernah)...
Menyusuri jalur jalan menuju Fakultas Hukum tempatku di terima sebagai seorang calon intelek (dengarnya sich begitu...!!) merupakan pengalaman baru ketika itu..
Ku hanya sekedar tau nama besar Universitas Pattimura namun tak sekalipun menginjakkan kaki di wilayah kampus yang menjadi kebanggaan orang Maluku ini...
dan sekarang aku telah berada didalamnya,. tempat yang mana hari-hari selanjutnya ku harus bergelut dengan Ilmu yang diajarkan..
awal semester satu diriku adalah sosok yang bisa dikategorikan dengan mahasiswa Ambivalen...
selesai kuliah langsung pulang sama anak-anak yang tinggalnya di Ambon (itulah Istilah bagi yang tinggal di Kota, mank Poka bukan wilayah Ambon ya????)..
tak pernah berlama-lama di kampuz,. entah itu sekedar cerita Tukel (Tukang Kewel) ataupun sharing ilmu yang didapat.
Kesemuanya itu berubah tepatnya ketika diriku dan kawan-kawan mahasiswa angkatan 2006 mengikuti suatu Latihan Kepemimpinan pada suatu Organisasi ekstra kampus... suatu organisasi yang sebelum diriku menjadi mahasiswa telah ku dengar kisah tak mengenakkan... hingga sempat terbangun rasa tak ingin bergabung dengannya suatu saat kelak...

                                                           HIJAU HITAM...
                                                          itulah Namanya,.




Sabtu, 05 November 2011

Sudahkah Kita Berkurban

 Hadits Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.” Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” HR. Ahmad dan ibn Majah


Telah diceritakan di dalam Al-Qur’an, sebagaimana yang sudah kita ketahui bersama, Bapak dari para nabi itu telah melewati berbagai cobaan dari Allah SWT sejak beliau masih muda hingga masa tuanya dengan penuh kesabaran dan ketaatan, tanpa membantah. Beliau pernah dibakar hidup-hidup atas perintah Raja Namrud yang lalim karena berjuang menegakkan risalah Allah, menghabiskan bilangan tahun yang panjang dalam menanti seorang anak, kemudian saat sang anak lahir, beliau diperintahkan untuk meninggalkan anak itu beserta ibunya di tengah padang pasir tandus yang tak berpenghuni tanpa dibekali apa-apa. Namun, puncak dari segala cobaan yang diterima oleh Nabi ibrahim a.s, yakni ketika beliau menerima ilham untuk menyembelih anak yang teramat disayanginya, yang dinanti-nantikan kehadirannya. Perintah yang paling tidak masuk akal bagi kita.

Namun, Nabi ibrahim dan anaknya, Ismail, dengan berserah kepada Allah SWT, dengan penuh keikhlasan mau melaksanakan perintah dari Allah yang sangat berat itu. Walaupun di tengah perjalanan menuju tempat penyembelihan keduanya digoda oleh syaitan yang berusaha menggoyahkan keyakinan mereka, namun mereka tetap teguh dalam melaksanakan perintah Tuhan, bahkan melempari syaitan yang menggoda niat mereka itu.

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku Sesungguhnya Aku melihat dalam mimpi bahwa Aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar"
 (QS-Shaaffat: 102) 

 Saat-saat yang menegangkan pun tiba. Ketika nabi Ibrahim menempelkan mata pisau yang tajam ke leher anaknya, Ismail, saat itulah Allah berbuat lain. Tanpa disadari oleh kedua hamba Allah yang patuh itu, Allah telah menukar Ismail dengan seekor kibasy (sejenis domba) yang gemuk untuk disembelih. Sehingga Ismail pun selamat dari penyembelihan yang dilakukan ayahnya.

Peristiwa itulah yang kemudian menjadi simbol bagi umat Islam sebagai wujud ketaqwaan seorang manusia mentaati perintah Allah swt. Ketaqwaan Nabi Ibrahim as kepada Allah swt diwujudkan dengan sikap dan pengorbanan secara totalitas, menyerahkan sepenuhnya kepada sang Pencipta dari apa yang ia percaya sebagai sebuah keyakinan.

Bila merunut pada kata qurban itu, berasal dari bahasa Arab qaraba-yuqaribu-qurbanan-qaribun, yang artinya dekat. Makna qurban dalam istilah Islam berarti kita berusaha menyingkirkan hal-hal yang dapat menghalangi upaya mendekatkan kita pada Tuhan. Penghalang mendekatkan itu adalah berhala dalam berbagai bentuknya, seperti ego, nafsu, cinta kekuasaan, cinta harta benda dan lain-lainnya secara berlebihan.
Secara verbal dan normatif ritual Qurban adalah bukti kepedulian Islam dan pemeluknya kepada kaum dhuafa, fakir miskin, wong cilik, dan mereka yang tertindas. Menyembelih hewan hanyalah makna simbolik dari qurban. Makna sesungguhnya adalah bagaimana kita menyembelih ego, sifat rakus, cinta berlebihan terhadap harta dan jabatan atau kekuasaan.
Seperti firman Allah dalam Al-Qur’an surah Al Hajj (22): 37.
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” 

Semoga semangat pengorbanan dan keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan putranya mengispirasi kita semua untuk rela berkorban demi Agama-Nya dan ikhlas dalam melakukan segala ketaatan pada-Nya.
Amin.


Rabu, 02 November 2011

Aku Insan paling Sengsara Di Dunia

" Ya Allah,.. sengsara sekali hidupku ini..
mungkinkah akulah orang yang paling menderita di dunia ini."

Jika diri kita ditimpa musibah atau kemalangan, kiata akan merasa bahwa diri kita adalah satu-satunya orang yang mengalami musibah, mahluk yang paling merana, insan yang paling hina, dan manusia yang paling menderita di seluruh dunia ini..

Tidak apa-apa, Wahai Saudaraku...
Jangalah bersedih hati seperti itu.. Ketahuilah, anda tidak sendiri. masih banyak orang lain yang juga menderita seperti anda. Bahkan ada banyak sekali orang yang mengalami penderitaan jauh lebih besar dari Anda..
inilah saatnya anda harus mulai melihat ke luar diri anda. Lihatlah di sekeliling anda, dan amatilah dengan saksama. Gunakanlah hati anda yang paling dalam, lihatlah dan rasakan bagaimana orang-orang lain yang ada disekitar anda..

Sekali lagi, Anda tidak sendiri..

"Saat aku merasa sedih.
Saat aku merasa paling menderita diseluruh dunia.
Aku berkata kepada hatiku.
Inilah saatnya aku harus melihat hati orang lain."

ternyata........
ada orang-orang yang hidupnya lebih menderita daripada diriku..!!!

Jika anda melihat diri anda baik-baik, tentunya anda akan menyadari bahwa anda merasa memiliki banyak sekali yang patut di syukuri..!!! Di tengah-tengah musibah dan kesedihan yang rasanya begitu berat, ternyata Allah masih memberikan banyak sekali rahmat dan kenikmatan yang tidak Anda sadari..


salah satu cara untuk mensyukuri segala rahmat Allah yang ada pada diri Kita adalah dengan melihat orang lain yang bernasib lebih buruk dari kita. dengan melihat orang lain, Anda bisa melihat diri anda sendiri..

A.K
Ya Allah, 
Tolong Aku... 

(Aku sedih.. Aku bingung.. Aku kesal..)..
Alex Media Komputindo, Jakarta, 2010.

Selasa, 20 September 2011

Ambon Nangise (Pray For Ambon)

waringin
waingin

Negeri yang dulu porak-poranda akibat konflik 19 Januari 1999 kini mulai terusik lagi,. 
ya.. itulah konflik Senin, 19 September 2011..
setelah 12 tahun lamanya kembali menjalin hubungan.. kini smuanya SIRNA...
negeri ini kembali menangis...
menangis atas darah yang keluar dari tubuh anak-anak maluku,..
menangis atas kebodohan anak-anak Maluku yang mau di adu domba,.

Dimanakah adat Pela Gandong yang kalian banggakan..???
jika kalian saling membunuh satu sama lain layaknya binatang..
saling menghujat antar agama..
Kini tak ada lagi yang dapat ku banggakan atas negeriKu ini,.
Gong Perdamian hanyalah simbolik kepada dunia bahwa Ambon telah damai,.
namun kenyataan yang ada hanyalah SAMPAH....
SAMPAH kebohongan...

depan SMA 45 Ambon

depan Kampus PGSD Unpatti

Mangga Dua

Realitanya kita saling membenci...
dan yakin sungguh bahwa rasa ini tak akan pernah hilang dalam benak putra Maluku 10 atw 20 tahun mendatang..
selama anak-anak kita masih terus di dokrin dengan rasa benci kepada suatu kelompok tertentu..

para pengungsi di SD 68/69 Ambon

apakah kalian tak lelah harus saling membenci???
sampai kapankah kondisi ini kan tetap seperti ini??
tidakkah kita menginginkan tidur pulas tanpa harus memikirkan saudara-saudara kita di sudut lain yang masih tengah berjaga malam di perbatasan dengan kekhawatiran adanya penyerangan oleh kelompok tertentu???
Berpikirlah wahai Putra Maluku...!!!
wajah inikah yang nanti akan kita tinggalkan buat ank-cucu kita ke depan??
wajah yang bagaikan BOM WAKTU yang setiap saat bisa meledak...!!

#Curahan hati anak maluku  yang jenuh atas kondisi yang ada....!!