Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label curahan hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curahan hati. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Desember 2011

aku kan datang

Duhai engkau yang jauh di sana ,,
Biar kita tidak pernah bertemu mata, tidak pernah bersua bersama, tidak mengungkap janji azimat yg nista, tidak juga bermadah cinta ..kerana itu bukanlah utama dlm membina mahligai bahagia..Cukuplah kata-kata yang membawa kita mengingati ALLAH, cukuplah nasihat serta teguran yg membuatkan kita lebih mendekati Yg Maha Esa, cukuplah diriku tahu dirimu punya Iman & Agama...........

Hati kita ALLAH yang punya, Hati kita ALLAH yang jaga, hati kita ALLAH tahu segalanya dan ALLAH mampu membolak balik hati hamba-hamba-NYA, Jika benar engkau yang telah ALLAH pilihkan untukku, jagalah hatimu untukku yang akan menjadi pendamping hidupmu kelak sepertimana aku juga sedang menjaga hatiku untukmu kerana-Nya.. maka berdoalah kerana itu senjata kita.. andai takdir hidup bersama pasti ALLAH akan mempermudahkan jalannya..  Aamiin Insya ALLAH...

Teruntukmu Sang Ratu Hatiku yang Sholeha.. temuilah aku dalam sujud istikharahmu , sabarlah menungguku, hingga tiba saatnya aku kan datang menjemputmu,.

Minggu, 06 November 2011

Reformasi Ahlak

Rasulullah SAW dalam memimpin perubahan masyarakat di zamannya melakukan perbaikan akhlak. Beliau sendiri yang menjadi sosok teladan untuk diikuti perangainya oleh masyarakat. Kita amat mengenal kata hikmah ini : "Tidaklah aku diutus melainkan untuk memperbaiki akhlak umat manusia." Nabi bukan sekedar menajdi teladan, tetapi sekaligus menjadi teladan yang sungguh layak ditiru bagi kaumnya.
Nabi Muhammad dikenal sebagai reformis agung, karena memang akhlak yang tertanam di dirinya adalah nilai-nilai Qur'ani. Ia mampu mengubah pandangan dunia dari "lembah kejumudan" kepada "dataran yang berkecerdasan" yang nilai-nilai kemanusiaan serta pemilikan rasa tanggung jawab dan kejujuran terbangun di setiap diri anggota masyarakatnya. Landasannya adalah iman. Dengan penanaman keimanan yang benar dan kokoh Rasulullah SAW menggerakkan hati kaumnya dan memberikan pencerahan (enlightenment) agar meninggalkan kejumudan, demi kebangunan umat.
Dalam kita melakukan reformasi terhadap perjalanan tingkah laku, tentu sisi keberhasilan yang telah diraih, meski agaknya tidak terlihat signifikan, karena "kesalahan" yang kadang terjadi sedemikian paradoks dan menjalar ke semua lini kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Kita sudah salah jalan, itu kalimat mudahnya.
Maka dibutuhkan kepemimpinan dari masing-masing elemen bangsa yang pada diri mereka tercermin nilai kearifan dan keteladanan. Bangsa ini butuh pemimpin (dalam level apapun) yang berakhlak mulia. bukan pemimpin yang sekedar HAUS kekuasaan dan mengabdikan dirinya pada kekuasaan itu sendiri, sehingga mengabaikan tugas yang mestinya diembannya. memuliakan bangsanya.
Krisis akhlak sebagai puncak dari krisis multidimendi kekinian yang kita alami, sudah harus diakhiri. Hentikan pertikaian, jauhkan sikap-sikap ananiah (egoisme), sambung lagi jembatan hati melalui silaturahmi, dan lakukan islah/perdamaian di antara pihak-pihak yang bertikai . ingat pesan mulia :
"Sesungguhnya orang-orang beriman itu adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat." (QS Al-Hujuraat: 10)
Tidak ada persoalan yang tidak dapat diselesaikan, pasti ada solusi penyelesaiannya. Tentu dengan duduk bersama dan satukan pandangan dalam seirama kebajikan, demi kepentingan yang lebih besar, bukan kepentinganpribadi atau segelintir orang.

Ditengah bangsa yang sakit ini, dibutuhkan akal sehat semua pihak. perwujudan dari akal sehat itu adalah akhlak yang karim dan qalbu yang salim. Jika itu dapat terbangun degan baik, tentulah reformasi akan berjalan dengan amat cantiknya menuju dataran yang dikehendaki bersama. ini menjadi tugas berat kita semua.

Sabtu, 05 November 2011

Sudahkah Kita Berkurban

 Hadits Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.” Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” HR. Ahmad dan ibn Majah


Telah diceritakan di dalam Al-Qur’an, sebagaimana yang sudah kita ketahui bersama, Bapak dari para nabi itu telah melewati berbagai cobaan dari Allah SWT sejak beliau masih muda hingga masa tuanya dengan penuh kesabaran dan ketaatan, tanpa membantah. Beliau pernah dibakar hidup-hidup atas perintah Raja Namrud yang lalim karena berjuang menegakkan risalah Allah, menghabiskan bilangan tahun yang panjang dalam menanti seorang anak, kemudian saat sang anak lahir, beliau diperintahkan untuk meninggalkan anak itu beserta ibunya di tengah padang pasir tandus yang tak berpenghuni tanpa dibekali apa-apa. Namun, puncak dari segala cobaan yang diterima oleh Nabi ibrahim a.s, yakni ketika beliau menerima ilham untuk menyembelih anak yang teramat disayanginya, yang dinanti-nantikan kehadirannya. Perintah yang paling tidak masuk akal bagi kita.

Namun, Nabi ibrahim dan anaknya, Ismail, dengan berserah kepada Allah SWT, dengan penuh keikhlasan mau melaksanakan perintah dari Allah yang sangat berat itu. Walaupun di tengah perjalanan menuju tempat penyembelihan keduanya digoda oleh syaitan yang berusaha menggoyahkan keyakinan mereka, namun mereka tetap teguh dalam melaksanakan perintah Tuhan, bahkan melempari syaitan yang menggoda niat mereka itu.

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku Sesungguhnya Aku melihat dalam mimpi bahwa Aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar"
 (QS-Shaaffat: 102) 

 Saat-saat yang menegangkan pun tiba. Ketika nabi Ibrahim menempelkan mata pisau yang tajam ke leher anaknya, Ismail, saat itulah Allah berbuat lain. Tanpa disadari oleh kedua hamba Allah yang patuh itu, Allah telah menukar Ismail dengan seekor kibasy (sejenis domba) yang gemuk untuk disembelih. Sehingga Ismail pun selamat dari penyembelihan yang dilakukan ayahnya.

Peristiwa itulah yang kemudian menjadi simbol bagi umat Islam sebagai wujud ketaqwaan seorang manusia mentaati perintah Allah swt. Ketaqwaan Nabi Ibrahim as kepada Allah swt diwujudkan dengan sikap dan pengorbanan secara totalitas, menyerahkan sepenuhnya kepada sang Pencipta dari apa yang ia percaya sebagai sebuah keyakinan.

Bila merunut pada kata qurban itu, berasal dari bahasa Arab qaraba-yuqaribu-qurbanan-qaribun, yang artinya dekat. Makna qurban dalam istilah Islam berarti kita berusaha menyingkirkan hal-hal yang dapat menghalangi upaya mendekatkan kita pada Tuhan. Penghalang mendekatkan itu adalah berhala dalam berbagai bentuknya, seperti ego, nafsu, cinta kekuasaan, cinta harta benda dan lain-lainnya secara berlebihan.
Secara verbal dan normatif ritual Qurban adalah bukti kepedulian Islam dan pemeluknya kepada kaum dhuafa, fakir miskin, wong cilik, dan mereka yang tertindas. Menyembelih hewan hanyalah makna simbolik dari qurban. Makna sesungguhnya adalah bagaimana kita menyembelih ego, sifat rakus, cinta berlebihan terhadap harta dan jabatan atau kekuasaan.
Seperti firman Allah dalam Al-Qur’an surah Al Hajj (22): 37.
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” 

Semoga semangat pengorbanan dan keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan putranya mengispirasi kita semua untuk rela berkorban demi Agama-Nya dan ikhlas dalam melakukan segala ketaatan pada-Nya.
Amin.


Rabu, 02 November 2011

Aku Insan paling Sengsara Di Dunia

" Ya Allah,.. sengsara sekali hidupku ini..
mungkinkah akulah orang yang paling menderita di dunia ini."

Jika diri kita ditimpa musibah atau kemalangan, kiata akan merasa bahwa diri kita adalah satu-satunya orang yang mengalami musibah, mahluk yang paling merana, insan yang paling hina, dan manusia yang paling menderita di seluruh dunia ini..

Tidak apa-apa, Wahai Saudaraku...
Jangalah bersedih hati seperti itu.. Ketahuilah, anda tidak sendiri. masih banyak orang lain yang juga menderita seperti anda. Bahkan ada banyak sekali orang yang mengalami penderitaan jauh lebih besar dari Anda..
inilah saatnya anda harus mulai melihat ke luar diri anda. Lihatlah di sekeliling anda, dan amatilah dengan saksama. Gunakanlah hati anda yang paling dalam, lihatlah dan rasakan bagaimana orang-orang lain yang ada disekitar anda..

Sekali lagi, Anda tidak sendiri..

"Saat aku merasa sedih.
Saat aku merasa paling menderita diseluruh dunia.
Aku berkata kepada hatiku.
Inilah saatnya aku harus melihat hati orang lain."

ternyata........
ada orang-orang yang hidupnya lebih menderita daripada diriku..!!!

Jika anda melihat diri anda baik-baik, tentunya anda akan menyadari bahwa anda merasa memiliki banyak sekali yang patut di syukuri..!!! Di tengah-tengah musibah dan kesedihan yang rasanya begitu berat, ternyata Allah masih memberikan banyak sekali rahmat dan kenikmatan yang tidak Anda sadari..


salah satu cara untuk mensyukuri segala rahmat Allah yang ada pada diri Kita adalah dengan melihat orang lain yang bernasib lebih buruk dari kita. dengan melihat orang lain, Anda bisa melihat diri anda sendiri..

A.K
Ya Allah, 
Tolong Aku... 

(Aku sedih.. Aku bingung.. Aku kesal..)..
Alex Media Komputindo, Jakarta, 2010.

Senin, 31 Oktober 2011

surat untuk calon istriQ...


Assalamualaikum wr..wb
Untuk Bunda,,calon istriku….
Tangan ini mau menulis sesuatu tentang apa yang ada di lubuk hati ku. Aku mulai tertanya-tanya apakah aku sudah seharusnya mulai mencari sebagian diriku yang hilang. Bukanlah niat ini disertai oleh nafsu tetapi atas keinginan seorang muslim mencari sebagian agamanya. Sering kali aku mendengar bahwa ungkapan “Kau tercipta untukku.”
*******
Aku awalnya kurang mengerti apa sebenarnya arti kalimat itu karena di liputi oleh hawa nafsu. Rahmat dan hidayah Allah yang diberikan kepada diriku,baru saat ini aku mengerti bahwa pada suatu hari NANTI aku harus mengambil satu TANGGUNGJAWAB yang memang diciptakan khusus untuk diriku, yaitu DIRIMU. Aku mulai mempersiapkan diri dari segi fizkal, spiritual dan juga intelektual untuk BERTEMU denganmu.
*******
Aku mau pertemuan kita yang pertama aku kelihatan ‘sempurna’ di hadapanmu meskipun pada hakekatnya masih banyak lagi kelemahan pada diriku ini. Aku mencoba mempelajari arti dan hakikat tanggungjawab yang harus aku wujudkan ketika dipertemukan dengan dirimu. Aku coba membatasi hubungan pembicaraan dengan wanita lain yang hanya dalam lingkaran urusan penting karena aku risau aku menceritakan rahasia diriku kepadanya karena seharusnya engkaulah yang harus mengetahuinya kerana dirimu adalah SEBAGIAN DARIKU dan hak bagimu untuk mengetahui segala lahir dan batin diriku ini.
*******
Apabila aku memakai kopiah, aku disangka ustad. Diriku memakai jubah, disangka syeikh. Lidahku mengajak manusia ke arah makruf disangka dai. Bukan itu yang aku pinta karena aku hanya mengharapkan keridhoan Allah. Yang aku takuti, diriku mulai didekati oleh wanita karena perawakanku dan perwatakanku. Baik yang indah berjilbab atau yang ketat bert-shirt, semuanya singgah disisiku.
Aku risau imanku akan lemah. Diriku tidak dapat menahan dari fitnah ini. Rasulullah S.A.W pernah bersabda, “
“Aku tidak meninggalkan setelahku fitnah yang lebih bahaya untuk seorang lelaki melainkan wanita.”
*******
Jiwa remaja ku ini mulai mencari cinta menjelma dan kehadiran wanita amat terasa untuk berada di sisi. Setiap kali aku merasakannya, aku mengenangkan dirimu. Di sana engkau setia MENUNGGU diriku, tetapi di sini aku curang kepadamu andai aku bermain dengan cinta fatamorgana. Sampaikan doamu kepada diriku agar aku dapat menahan gelora kejantananku disamping aku mengajukan sendiri doa diperlindungi diri.
*******
Bukan harta,rupa dan keturunan yang aku liat dalam mencari dirimu. Cukuplah agama sebagai pengikat kasih antara kita. Saat di mana aku akan MELAMARMU, akan ku lihat wajahmu sekilas agar tercipta keserasian diantara kita kerana itu pesan Nabi kita. Tidak perlu alis mata seakan alis mata unta, wajah bersih seakan putih telur ataupun bibir merah delima tetapi cukup cuma akidah sekuat akar, ibadah sebagai makanan dan akhlak seindah budi.
*******
“Nikahilah wanita karena empat perkara” keturunan, harta, rupa dan agama. Dan jika kau memilih AGAMA engkau tidak akan menyesal.”
Jika aku dipertemukan dengan dirimu, akan ku jaga perasaan kasih ini supaya tidak tercurah sebelum masanya. Akan ku jadikan syara’ sebagai pembatas diri kita. Akan ku jadikan AKAD NIKAH itu sebagai cap HALAL untuk mendapatkan dirimu. Biarlah kita mengikuti nenek moyang kita, Nabi Adam dan Siti Hawa yang bernikah sebelum disatukan agar kita dapat menikmati kenikmatan PERNIKAHAN yang menjanjikan ketenangan jiwa, ketenteraman hati dan kedamaian batin. Doakan diriku ini agar tidak berputus asa dan sesat dalam misi mencari dirimu kerana aku memerlukan dirimu untuk melengkapkan sebahagian agamaku.
*******
Dari Ayah,calon suamimu… 
Ya Allah
Jika dia benar untukku
Dekatkanlah hatinya dengan hatiku
Jika dia bukan milikku
Damaikanlah hatiku
Dengan ketentuan-Mu
Dialah permata yang dicari
Selama ini baru kutemui
Tapi ku tak pasti rencana Ilahi
Apakah dia kan kumiliki
Tidak sekali dinodai nafsu
Akan kubatasi dengan syariat-Mu
Jika dirinya bukan untukku
Redha hatiku dengan ketentuan-Mu
Ya Allah
Engkaulah tempat kubergantung harapanku
Kuharap diriku sentiasa di bawah rahmat-Mu

by: zen.. not me..