Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label umum. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Desember 2011

B E L A J A R

 Aku belajar diam dari banyaknya bicara.
Aku belajar sabar dari sebuah kemarahan.
Aku belajar mengalah dari suatu keegoisan.
Aku belajar menangis dari kebahagiaan.
Aku belajar tegar dari kehilangan

Hidup Adalah BELAJAR.......

Belajar Bersyukur Meski tak Cukup,
Belajar Ikhlas Meski Tak Rela,
Belajar Taat Meski Berat,
Belajar Memahami Meski Tak Sehati,
Belajar Sabar Meski Terbebani,
Belajar Setia Meski Tergoda,
Belajar Memberi Meski Tak Seberapa,
Belajar Mengasihi Meski Disakiti,
Belajar Tenang Meski Gelisah,
Belajar Percaya Meski Susah,

Belajar dan Terus Belajar...
Belajar sampai pada akhirnya Allah yang menyempurnakan..
*Aamiin!! —

Sabtu, 12 November 2011

Ayooo... Indonesia Bisa....!!!

Pembukaan perhelatan akbar Sea Games 2011 yang berlangsung di Palembang berlangsung sangat megah,. meski di warnai turunnya hujan selama pembukaan, namun tak menyurutkan antusiasme penonton untuk memenuhi Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring..

Meski sempat ditinggal oleh sebagian penonton, upacara pembukaan tetap berlangsung hingga selesai pukul 22.00. Bahkan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng dan Ketua Inasoc Rita Subowo harus rela hujan-hujanan dengan kontingen dari ke-11 negara peserta.

Hujan sendiri akhirnya berhenti saat pengibaran bendera SEA Games. Pembukaan SEA Games 2011 akhirnya berlangsung hingga selesai dengan diakhiri lagu ciptaan Presiden SBY....

Kembang api warna-warni menjulang tinggi di atas Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang


Hujan tak menyurut semangat penonton tuk menikmati megahnya pembukaan sea Games




Dua seniman tari Kalbar, Gabriel Armando (kanan) dan Albertus Benny membawakan tarian kontemporer bertajuk 'Cawat Emas' saat Pentas Dua Hati di Taman Budaya, Pontianak, Kalbar, Jumat (11/11) malam. Tarian kontemporer 'Cawat Emas' hasil karya koreografer Gabriel Armando tersebut, bercerita tentang cawat penutup aurat yang merupakan simbol martabat lelaki

 

Jumat, 11 November 2011

MUKADIMAH SEBELAS




LAHIR DARI DUKA AIR MATA SERIBU SEMBILAN RATUS SEMBILAN PULUH SEMBILAN
TEROMBANG AMBING DARI BUNYI MESIU
HINGGA TERTIDUR DI ATAS PANGKUAN AIR MATA PENDIDIKAN
DAN TELAH MENGHIASI PERSADA BUMI RAJA-RAJA

TAMAN PENGHARAPAN INI
PERNAH DIPUKUL ANGIN HINGGA NAKHODANYA MENCAPAI SEBELAS LUSIN KEPALA
DAN AKHIRNYA
TERLAHIR JUGA DI ATAS TEMPAT BUANGAN SAMPAH
PADA SEBUAH BUKIT YANG BERNAMA TANAH RATA
DAN KINI TELAH DI SULAP KEMBALI DENGAN JEMARI TANGAN-TANGAN DATUK
UNTUK MENJADI MATA AIR KEHIDUPAN
HINGGA SEBELAS TAHUN BERLALU
BERUBAH MENJADI SEBUAH ASET MASA DEPAN BANGSA
(CIKAL BAKAL PEMIMPIN NEGERI INI LAHIR DARI JEMARI KECIL KETULUSAN HATINYA)

TENGARA RADAR PANCA DAHANA DI ATAS HARUSLAH MENJADI SEBUAH ILHAM BUAT PARA ALUMNI UNTUK JANGAN PERNAH KEMBALI DALAM KEMASAN LIMBAH DARI LIMBAH PEMBUANGAN SMA NEGERI 11 AMBON….


DIAS DOSA

KENANG MENGENANG SUATU MOMEN HARI INI..
11-11-11
UNTUK SMA NEGERI 11